Rabu, 18 Mei 2016

KIDUNG RUMEKSO ING WENGI ( kanjeng sunan kali jogo )

Kidung Rumeksa Ing Wengi
----------------------------

Ana kidung rumekso ing wengi
Teguh hayu luputa ing lara
luputa bilahi kabeh
jim setan datan purun
paneluhan tan ana wani
niwah panggawe ala
gunaning wong luput
geni atemahan tirta
maling adoh tan ana ngarah ing mami
guna duduk pan sirno

Sakehing lara pan samya bali
Sakeh ngama pan sami mirunda
Welas asih pandulune
Sakehing braja luput
Kadi kapuk tibaning wesi
Sakehing wisa tawa
Sato galak tutut
Kayu aeng lemah sangar
Songing landhak guwaning
Wong lemah miring
Myang pakiponing merak

Pagupakaning warak sakalir
Nadyan arca myang segara asat
Temahan rahayu kabeh
Apan sarira ayu
Ingideran kang widadari
Rineksa malaekat
Lan sagung pra rasul
Pinayungan ing Hyang Suksma
Ati Adam utekku baginda Esis
Pangucapku ya Musa

Napasku nabi Ngisa linuwih
Nabi Yakup pamiryarsaningwang
Dawud suwaraku mangke
Nabi brahim nyawaku
Nabi Sleman kasekten mami
Nabi Yusuf rupeng wang
Edris ing rambutku
Baginda Ngali kuliting wang
Abubakar getih daging Ngumar singgih
Balung baginda ngusman

Sumsumingsun Patimah linuwih
Siti aminah bayuning angga
Ayup ing ususku mangke
Nabi Nuh ing jejantung
Nabi Yunus ing otot mami
Netraku ya Muhamad
Pamuluku Rasul
Pinayungan Adam Kawa
Sampun pepak sakathahe para nabi
Dadya sarira tunggal



Terjemahan dalam bahasa indonesia:
Ada kidung rumekso ing wengi. Yang menjadikan kuat selamat terbebas
dari semua penyakit. Terbebas dari segala petaka. Jin dan setanpun
tidak mau. Segala jenis sihir tidak berani. Apalagi perbuatan jahat.
guna-guna tersingkir. Api menjadi air. Pencuripun menjauh dariku.
Segala bahaya akan lenyap.
Semua penyakit pulang ketempat asalnya. Semua hama menyingkir dengan pandangan kasih. Semua senjata tidak mengena. Bagaikan kapuk jatuh dibesi. Segenap racun menjadi tawar. Binatang buas menjadi jinak. Pohon ajaib, tanah angker, lubang landak, gua orang, tanah miring dan sarang merak.
Kandangnya semua badak. Meski batu dan laut mengering. Pada akhirnya semua slamat. Sebab badannya selamat dikelilingi oleh bidadari, yang dijaga oleh malaikat, dan semua rasul dalam lindungan Tuhan. Hatiku Adam dan otakku nabi Sis. Ucapanku adalah nabi Musa.
Nafasku nabi Isa yang teramat mulia. Nabi Yakup pendenganranku. Nabi Daud menjadi suaraku. Nabi Ibrahim sebagai nyawaku. Nabi sulaiman
menjadi kesaktianku. Nabi Yusuf menjadi rupaku. Nabi Idris menjadi
rupaku. Ali sebagai kulitku. Abubakar darahku dan Umar dagingku.
Sedangkan Usman sebagai tulangku.
Sumsumku adalah Fatimah yang amat mulia. Siti fatimah sebagai
kekuatan badanku. Nanti nabi Ayub ada didalam ususku. Nabi Nuh
didalam jantungku. Nabi Yunus didalam otakku. Mataku ialah Nabi
Muhamad. Air mukaku rasul dalam lindungan Adam dan Hawa. Maka
lengkaplah semua rasul, yang menjadi satu badan.
 http://www.indospiritual.com/artikel_kidung-rumekso-ing-wengi-mantra-karya-sunan-kalijaga.html




Kidung Kawedar dikenal memiliki berapa nama lain yaitu Kidung Sarira Ayu, sesuai dengan bunyi teks dalam bait ketiga, dan Kidung Rumekso Ing Wengi, sesuai bunyi teks di awal Kidung, sebagaimana kita lazim menyebut Surat Al Ikhlas dengan nama Surat Qulhu atau Surat Al Insyiraah dengan sebutan Surat Alam Nasyrah.

Dalam membahas bait demi bait, bagi yang bisa menembang macapat, silahkan dilakukan seraya mendendangkan dengan tembang Dhandanggula.

Bait 1:
Ana kidung rumeksa ing wengi
teguh ayu luputa ing lara,
luputa bilahi kabeh,
jim setan datan purun,
paneluhan tan ana wani,
miwah penggawe ala,
guna ning wong luput,
geni temahan tirta,
maling adoh tan wani ngarah ing mami,
tuju duduk pan sirna.

Artinya:
Ada tembang pujian menjaga di kala malam,
membuat kita selamat dan jauh dari segala penyakit,
terbebas dari segala mara bahaya,
jin dan setan tidak berani,
guna-guna atau teluh tidak mempan,
juga perbuatan buruk,
dari orang-orang jahat,
api menjadi dingin bagaikan air,
pencuri menjauh tiada yang berani mengincar saya,
segala mara bahaya sirna.

Bait 2:
Sakehing lara pan samya bali,
sakeh ama pan samya mirunda,
welas asih pandulune,
sakehing braja luput,
kadi kapuk tiba neng wesi,
sakehing weisa tawa,
sato galak lulut,
kayu aeng lemah sangar,
songing landak guwaning wong lemah miring,
myang pakiponing merak.

Artinya:
Segala jenis penyakit akan kembali,
semua jenis hama menyingkir,
matanya memancarkan kasih sayang,
semua senjata atau ajian tidak ada yang bisa mengenainya,
bagai kapuk yang jatuh ke besi,
segenap racun menjadi tawar,
binatang-binatang buas menjadi jinak,
pepohonan yang aneh (karena penuh daya magis) dan tanah angker,
sarang landak goa tempat tinggal tanah miring,
serta sarang tempat burung merak mendekam.

Bait 3:
Pagupakaning warak sakalir,
yen winaca ing segara asat,
temahan rahayu kabeh,
sarwo sarira ayu,
ingideran ing widodari,
rineksa malaekat,
sakathahing rosul,
pan dadyo sarira tunggal,
ati Adam utekku Baginda Esis,
pangucapku ya Musa.

Artinya:
Di tempat badak berkubang,
maupun jika dibaca di lautan bisa membuat air laut surut,
membuat kita semua selamat sejahtera,
diri kita menjadi serba cantik (elok),
di kelilingi para bidadari,
dijaga oleh para malaikat,
dan semua rasul,
pada hakekatnya sudah menyatu dalam diri kita,
di hati kita ada Nabi Adam, di otak kita ada Baginda Sis,
jika berucap bagaikan ucapan Nabi Musa.

Sampai sekarang sebagian masyarakat Indonesia termasuk suku Jawa, masih percaya dan menyenangi hal-hal gaib. Secara sederhana hal itu bisa dilihat dari bertahannya kehadiran sejumlah media massa seperti majalah, tabloid bahkan acara-acara televisi yang menayangkan hal-hal gaib. Lebih-lebih lagi suasana kehidupan masa kecil saya di daerah Pantura (Pantai Utara) Jawa Tengah – Jawa Timur periode 1950 – 1960-an.
http://bwiwoho.blogspot.co.id/2014/10/tafsir-kidung-rumeksa-ing-wengi-sunan.html

Rabu, 03 Februari 2016

Kamis, 23 April 2015

KETIKA SORE HARI SEPULANG KERJA


Ketika sore sepulang kerja seorang suami melihat isteri yang tertidur pulas karena kecapekan bekerja seharian di rumah. Sang suami mencium kening isterinya dan bertanya, "Ummi, udah shalat Ashar belum?" Isterinya terbangun dengan hati berbunga-bunga menjawab pertanyaan suami, "Sudah, Bi ({})"

Isterinya beranjak dari tempat tidur mengambil piring yang tertutup. Sore itu isterinya memasak kesukaan sang suami.

"Lihat nih, aku memasak khusus kesukaan Abi."

Piring itu dibukanya, ada sepotong kepala ayam yang terhidang untuk dirinya. Sang suami memakannya dengan lahap dan menghabiskan. Isterinya bertanya, "Abi, kenapa suka makan kepala ayam padahal aku sama anak-anak paling tidak suka sama kepala ayam." Suaminya menjawab, "Itulah sebabnya karena kalian tidak suka maka Abi suka makan kepala ayam supaya isteriku dan anak-anakku mendapatkan bagian yang terenak."

Mendengar jawaban sang suami, terlihat butir-butir mutiara mulai menuruni pipinya. Jawaban itu menyentak kesadarannya yang paling dalam. Tidak pernah dipikirkan olehnya ternyata sepotong kepala ayam begitu indahnya sebagai wujud kasih sayang yang tulus kecintaan suami terhadap dirinya dan anak-anak.


ALLAH.... ALLAH... ALLAH.. MALANA MAWLAN SIWALLAH



FI ROBIIN KAROMALLAH
WA ATA NASRU MINALLAH
YA LAHU SAHRU ADHIMII
WAKARIMU KAROMALLAH

GHORO MIFILLAHI MALI
WA ANAFIL MALI MALI
WAIKHU NAFSI BIL AMALI
DHOIYAAT NI AN HUDAHLLAH

DHOHORO DINUL MUAIYAD
BIDHUHURI HADI AHMAD
YA HANA NABI MUHAMMAD
DZALIKAL FADLU MINALLAH
YA IMAMAL AULIYAI
YA KHITAMAL AMBIYAI
ROHMATAN URSI TATHOHA
MUNKIDAN BA’DHA THOYAI


Senin, 21 Juli 2008

ILMU ITU ALAT UNTUK KITA HIDUP

TANPA ILMU KITA AKAN MATI ...TANPA ILMU ITA AKAN SENGSARA .TANPA ILMU KITA AKAN MENJADI GILA ....MAKA CARILAH ILMU SELAGI KAMU HIDUP KARENA ILMU ITU CAHAYA HIDUPMU

Jumat, 18 Juli 2008

belajar itu wajib brooo

carilah ilmu dari kamu lahir sampai kamu mati.........belajar itu gak ada batas waktu brooo